Badan Kehormatan DPR Telah Menerima Aduan Komisi Nasional Perempuan Atas Empat Anggota Komisi I DPR Dengan Tuduhan Pelecehan Verbal
LOWONGAN CPNS 2014-TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Badan Kehormatan DPR telah menerima aduan Komisi Nasional Perempuan terhadap empat anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, dengan tuduhan pelecehan verbal terhadap salah satu calon komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Siapa saja mereka?
Berdasarkan informasi, empat nama itu yakni dua pimpinan Komisi I dan dua anggota Komisi I. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin (Fraksi PDI Perjuangan), Wakil Ketua Komisi I Ramadhan Pohan (Fraksi Partai Demokrat), anggota Komisi I Syahfan Badri Sampurno (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera), dan anggota Komisi I Oheo Sinapoy (Fraksi Partai Golkar).
Bermula dari Candaan
Hasanuddin menceritakan pada bulan Juli 2013, Komisi I DPR melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon anggota KPI. Ada 21 calon yang diuji komisi ini. Salah satunya adalah Agatha Lily, yang kini terpilih menjadi komisioner KPI.
"Pada saat saya memimpin, ada guyonan memang kepada ibu Lily. Saya merasa guyonan itu biasa karena Komisi I akrab sama Agatha Lily. Pasalnya, sebelum nyalon jadi anggota KPI, dia adalah tenaga ahli KPI selama tiga tahun," ujar Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/12/2013).
Sebagai pimpinan, Hasanuddin mengaku tak hanya mengatur lalu lintas interupsi dan pertanyaan dari anggota Dewan. Tapi dia juga kerap mengeluarkan candaan untuk mencairkan suasana. Ketika itu, Hasanuddin mengaku bercanda soal nomor telepon.
"Saya dulu bercanda, nomor handphone diganti apa nggak kalau dipilih? Guyon, ketawa-ketawa. Ibu Lily memang masih lajang," ucapnya.
"Wah ini nanti kalau lulus makan-makan di mana? Ini dari anggota, ya guyonan," cerita politisi PDI Perjuangan.
Ramadhan Pohan Merasa Tak Lecehkan
Ramadhan Pohan bereaksi berbeda dengan Hasanuddin. Ia justru bingung dengan aduan Komnas Perempuan itu ke BK. Ia mengaku tak pernah sekali pun bertanya kepada Agatha Lily dalam proses seleksi anggota KPI. Dia pun heran dengan pernyataan BK yang menyebutkan ada anggota Komisi I yang menggoda Agatha.
"Saya nggak omong spa, cantik. Siapa yang omong, saya juga nggak tahu. Tanya BK saja," ujarnya.
Merendahkan Perempuan
Sebelumnya, BK menerima laporan dari Komnas Perempuan yang menyebutkan empat orang anggota Komisi I DPR diadukan ke Badan Kehormatan DPR. Mereka dianggap melontarkan pernyataan yang tidak sensitif gender dalam proses seleksi uji kelayakan dan kepatutan calon komisioner KPI.
Anggota BK dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Ali Maschan Musa menuturkan ada anggota Komisi I yang melontarkan pernyataan bernada seksis dan dianggap sudah keluar dari substansi materi seleksi calon komisioner KPI.
"Pernyataannya seperti, 'Ibu kok cantik sekali? Hari ini ke spa berapa kali?'" ucap Ali.
Menurut Ali, uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan di DPR seharusnya hanya menanyakan persoalan identitas, kapasitas, dan kapabilitas. Ali mengatakan pihaknya akan memanggul empat anggota Komisi I DPR itu pekan depan.
Ketua Komnas Perempuan Yuniyanti Chuzaifah menuturkan laporan ke BK dilakukan atas pengaduan masyarakat yang diterima pihaknya. Ada masyarakat, sebut Yuniyanti, yang mencermati uji kepatutan dan kelayakan KPI.
"Fit and proper test ini dianggap dianggap merendahkan perempuan dan bisa berujung pada peminggiran perempuan pada akses politik dan posisi-posisi strategis," ucap Yuniyanti.
Lebih lanjut, Yuniyanti meminta kepada BK DPR untuk membuat pakta integritas berbasis HAM dan gender untuk calon anggota Dewan. "Ini untuk memastikan anggota DPR punya perspektif HAM dan gender, bukan pelaku kekerasan/terindikasi terlibat dalam pelanggaran HAM dan gender," ucap Yuniyanti.
Editor: Arief
Sumber:Kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar