Pelaksanaan Tes CPNS 2013 SINGKAWANG Sebanyak 70 Tenaga Honorer Dari Berbagai Instansi
Pengumuman CPNS 2013-SINGKAWANG, KOMPAS.com - Sebanyak 70 tenaga honorer dari berbagai instansi dan lembaga pemerintahan mengikuti ujian seleksi tes CPNS Kota Singkawang, Minggu (3/11/2013). Tes diselenggarakan di ruang Balairung kantor Wali Kota, Jalan Firdaus, Singkawang, Kalimantan Barat.
Salah satu peserta, Awang Pansilas Yansah (49), mengaku sudah 25 tahun mengabdi sebagai tenaga honorer di SMA Negeri 1 Singkawang. "Awal masuk dulu saya jadi penjaga malam. Enam bulan kemudian pindah jadi penjaga perpustakaan. Setahun saya di perpustakaan, langsung di tarik ke bagian administrasi," tutur Awang, Minggu (3/11/2013), usai mengikuti tes tahap pertama.
Awang menceritakan, awal mula dia bekerja sebagai penjaga malam waktu itu digaji Rp 25.000 per bulan. Sekarang dia memperoleh gaji Rp 800.000 per bulan setelah menjadi tenaga honorer sejak 1988.
Peserta lainnya, Slamet (44) mengaku sudah 20 tahun menjadi tenaga honorer di SMK Negeri 2 Singkawang. Slamet memaparkan, awal mula dia menjadi tenaga kebersihan sejak tahun 1993. Beberapa tahun kemudian, dia menjadi teknisi instalasi di tempatnya mengabdi tersebut.
"Sebelumnya tidak pernah ikut tes, baru kali ini ikut. Susah juga jawab soalnya, terutama matematika kita kurang. Usia kita segini mau belajar sudah tidak ada waktu lagi, sudah ndak sempat karena pekerjaan," tukas Slamet.
Sementara itu, Kepala BKD Singkawang Juandi memaparkan, peserta awalnya berjumlah 71 orang, namun ada satu orang tidak mengikuti tes. Tes CPNS yang diselenggarakan khusus untuk honorer kategori II, yaitu bidang teknis adminstrasi, guru dan kesehatan.
Juandi menjelaskan, yang menjadi materi ujian merupakan tes kompetensi dasar (TKD) & dan tes kompetensi bidang (TKB). Soal dan lembar jawaban semua dikirim dari pusat. Setelah ujian selesai, semua lembar soal akan langsung dimusnahkan dengan cara dibakar.
"Lembar jawaban akan dimasukan ampol bersegel, selanjutnya akan dibawa langsung untuk dikoreksi di pusat," jelasnya.
Seluruh peserta yang mengikuti tes merupakan tenaga honorer yang sudah masuk dalam database BKN. "Rata-rata sudah menjadi tenaga honorer di atas 5 tahun, bahkan ada yang belasan hingga 20 tahun," pungkas Juandi.
Penulis: Kontributor Singkawang, Yohanes Kurnia Irawan
Editor: Ana Shofiana Syatiri
Salah satu peserta, Awang Pansilas Yansah (49), mengaku sudah 25 tahun mengabdi sebagai tenaga honorer di SMA Negeri 1 Singkawang. "Awal masuk dulu saya jadi penjaga malam. Enam bulan kemudian pindah jadi penjaga perpustakaan. Setahun saya di perpustakaan, langsung di tarik ke bagian administrasi," tutur Awang, Minggu (3/11/2013), usai mengikuti tes tahap pertama.
Awang menceritakan, awal mula dia bekerja sebagai penjaga malam waktu itu digaji Rp 25.000 per bulan. Sekarang dia memperoleh gaji Rp 800.000 per bulan setelah menjadi tenaga honorer sejak 1988.
Peserta lainnya, Slamet (44) mengaku sudah 20 tahun menjadi tenaga honorer di SMK Negeri 2 Singkawang. Slamet memaparkan, awal mula dia menjadi tenaga kebersihan sejak tahun 1993. Beberapa tahun kemudian, dia menjadi teknisi instalasi di tempatnya mengabdi tersebut.
"Sebelumnya tidak pernah ikut tes, baru kali ini ikut. Susah juga jawab soalnya, terutama matematika kita kurang. Usia kita segini mau belajar sudah tidak ada waktu lagi, sudah ndak sempat karena pekerjaan," tukas Slamet.
Sementara itu, Kepala BKD Singkawang Juandi memaparkan, peserta awalnya berjumlah 71 orang, namun ada satu orang tidak mengikuti tes. Tes CPNS yang diselenggarakan khusus untuk honorer kategori II, yaitu bidang teknis adminstrasi, guru dan kesehatan.
Juandi menjelaskan, yang menjadi materi ujian merupakan tes kompetensi dasar (TKD) & dan tes kompetensi bidang (TKB). Soal dan lembar jawaban semua dikirim dari pusat. Setelah ujian selesai, semua lembar soal akan langsung dimusnahkan dengan cara dibakar.
"Lembar jawaban akan dimasukan ampol bersegel, selanjutnya akan dibawa langsung untuk dikoreksi di pusat," jelasnya.
Seluruh peserta yang mengikuti tes merupakan tenaga honorer yang sudah masuk dalam database BKN. "Rata-rata sudah menjadi tenaga honorer di atas 5 tahun, bahkan ada yang belasan hingga 20 tahun," pungkas Juandi.
Penulis: Kontributor Singkawang, Yohanes Kurnia Irawan
Editor: Ana Shofiana Syatiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar